Senin, 06 Januari 2014

Down to Earth

Diposting oleh Unknown di 00.29 0 komentar
Serius, gue jadi ngerasa bodoh banget pas nge-stalkin akun twitter tuh orang.
Gue akuin sejak 1 bulan yang lalu gue mulai suka lagi sama jepang-jepangan (setelah dulu sempet suka, ngga suka, suka lagi, ngga suka lagi sama hal itu gara-gara gue takut maniak). Sejak saat itu gue mulai kepo, nanyain jepang-jepangan ke beberapa temen gue yang otaku, minta anime dan dorama, dsb.  Gue juga mulai ngepoin beberapa akun twitter temen gue yang suka jepang-jepangan.
Well, pada tengah malam ini gue kebetulan liat TL, terus liat nama temen gue (lebih tepatnya orang yang seangkatan sama gue) yang otaku. Gue klik lah, dan keterusan gue jadi ngestalkin doi.
Gue udah tau cukup lama kalo dia otaku, tapi gue jadi terkesan ketika dia mentionan sama temennya pake bahasa jepang ada kanji-nya juga *norak sekale yah gue, ya gue terkesan karena kanjinya agak sulit juga. Gue jadi malu aja sama diri sendiri, kemampuan gue sungguh sangat tidak ada apa-apanya dibandingkan dia, tapi gue suka sok-sokan update pake bahasa Jepang. Emang sih, bukan maksud gue buat pamer, cuma mau belajar aja, tapi kalo inget dia apalah artinya kemampuan gue ini jika dibandingkan dengannya.
Yeah, gue rasa gue harus lebih merunduk seperti padi yang berisi (msekipun otak gue ngga terlalu berisi).



Jumat, 03 Mei 2013

Review Novel The Historian karya Elizabeth Kostova

Diposting oleh Unknown di 11.52 0 komentar


Waaa! \(>o<)/
Akhirnya aku bisa bikin review tentang nih novel juga, setelah sekian lama gak sempet bikinnya, dikarenakan tugas-tugas dan masa-masa kelas 3 yang menyibukkan.
Well, sebenernya aku udah cukup lama baca novel ini, ‘The Historian’ karya Elizabeth Kostova. Aku baca ini di akhir tahun 2012. Pertama kali liat covernya,aku langsung teriak histeris kayak K-popers ngeliat idolnya. Padahal covernya cuma bergambarkan Vlad Tepes, bukan Taemin  -__-

Nih, kayak gini covernya broo.

Jadi novel ini bercerita tentang pencarian kerabat yang hilang karena mencoba menguak misteri tentang Vlad Tepes atau yang lebih dikenal dengan nama DRACULA. Pencarian tersebut juga terkait dengan makam Dracula yang sampai saat ini masih dperdebatkan para sejarawan.
 Dalam novel ini tokoh 'aku' menceritakan masa lalu ayahnya. Ayah dari tokoh ‘aku’ ini berteman baik dengan  Profesor Rossi karena sebuah kejadian aneh. Kejadian anehnya, Rossi mendapatkan sebuah buku kuno yang misterus. Semua halaman buku itu kosong, kecuali di bagian tengahnya, dimana terdapat gambar naga dari cukilan kayu. Rossi bertanya-tanya darimana asal buku tersebut, melakukan penelitian tentang buku tersebut, lalu menaruh buku tersebut di meja ‘ayah’ dari tokoh aku.
Singkat cerita, Rossi telah melakukan penelitian dan mengetahui bahwa buku tersebut berasal dari abad ke-15,abad  dimana Vlad Tepes menjadi penguasaTransylvania. Kemudian ia menghilang secara misterius. Hal ini membuat ayah dari si tokoh ‘aku’ ini gempar dan mencari Rossi. Dalam pencariannya, ia tak sengaja bertemu seorang perempuan akademikus bernama Helen, yang ternyata merupakan puti dari Rossi. Mereka pun bersama-sama mencari kemana Hilangnya Rossi. Dan mereka mengindikasi bahwa Rossi hilang karena terlalu banyak mengetahui tentang makam Vlad Tepes.
Akhirnya mereka berusaha menemukan dimana makam Vlad Tepes. Mulai dari desa terpencil di Rumania, Istanbul, sampai Bulgaria mereka jelajahi hanya untuk menemukan Rossi dan menguak misteri tentang siapa sebenarnya Vlad Tepes dan dimana makamnya. Perjalanan mereka ke penjuru Eropa sampai ke Turki ini tidak semudah kelihatannya. Seringkali dalam perjalanan tersebut, mereka menemukan vampir yang memata-matai mereka. Hal ini dapat mengancam keselamatan bahkan nyawa mereka.

Ini pulau di tengah danau Snagov, tempat yang (katanya) merupakan makam Dracula

Desa di Rumania

Istanbul, Turki, kota musuhnya Dracula

Novel setebal 768 halaman ini sangat menarik karena menyuguhkan fisksi dalam balutan sejarah. Jadi semua kisah dalam novel ini terkesan benar-benar terjadi di masa lalu. Selain itu dalam novel ini juga dibeberkan beberapa bukti berupa referensi asli seperti kronik yang ditulis pada abad ke-15 tentang vampirisme di eropa, menjadikan kisah-kisah vampir ini seolah benar-benar ada, dan mengajak pembaca terhanyut dalam ketegangannya. Meskipun cukup banyak plot yang bertele-tele dalam novel ini, but, over all novel ini keren banget khususnya buat pecinta sejarah dan vampir beneran (bukan vampir bohongan macem Edward Cullen yah, hehehe) :P

Sabtu, 22 Desember 2012

Social media karya anak bangsa!

Diposting oleh Unknown di 15.04 0 komentar
Beberapa waktu lalu aku dapet info dari kaka aku bahwa ada social media baru buatan anak bangsa, namanya mindtalk. *sebenernya ngga tau baru atau udah lama sih, hehe. Nah, terus aku coba sign up tuh. Baru beberapa kali update sih, tapi according to me, it's really cool, cooler than twitter. Disitu ada levelnya juga. dan (katanya) semakin tinggi level semakin susah ningkatnya sih, hehe. Dan menurut aku yang paling keren, kita bisa explore minta kita juga dengan bergabung ke channels yang sesuai interest kita.  Buat kalian yang cinta produk Indonesia, gabung yuk ke http://light.mindtalk.com/



dan jangan lupa support @ismaniarfajriah
hihihi *promosi mode on ^^v

My gallery > when i was 10th and 11th grade, i drew them..

Diposting oleh Unknown di 14.31 2 komentar





Senin, 28 November 2011

Cerita Sangat Pendek: Prince Charming

Diposting oleh Unknown di 19.42 1 komentar

                Matahari condong 20 derajat ke barat. Ilalang-ilalang panjang rebah dilewati oleh angin sore. Panas membakar kulit, membuatku refleks untuk menutup wajah dengan ujung kerudungku yang panjang, salah satu kebiasaanku ketika panas menyengat untuk menghindari sinar ultraviolet. Dalam hati aku mengumpat sebal, mengapa aku harus hidup pada abad ke-21 dimana ketenangan hidupku terusik oleh hadirnya pemanasan global?! Mungkin kalau saja aku hidup di abad ke 18, aku bisa..
                Ah.. lagi lagi aku negative thinking.  Padahal aku mencoba untuk merubah kebiasaan burukku itu. Aku pun membuang pikiran itu jauh-jauh.
                Aku melangkah sendirian di jalan kecil yang tak memiliki nama, meski begitu, tanpa jalan ini aku tak bisa jalan ke sekolah. Sekarang langkahku mulai gontai, bawaan di tasku terlalu berat. Ingain rasanya aku membuang tas ini, sambil berharap ada yang membopongku sampai  rumah.
                Tiba-tiba terdengar bunyi klakson dibelakangku, kemudian ada seseorang menghentikan laju motornya didepanku. Ya ampun.. aku tak berpikiran akan ada yang menjemputku. Aku tak peduli siapapun dia, yang penting aku tak akan pingsan di jalan. Ku lihat wajahnya,  beeh.. itu kan Prince Charming-ku. Duh, pasti aku mimpi. Dan ternyata aku memang sedang bermimpi. Aku baru menyadari dia tak menoleh ke arahku, dan malah menoleh kearah warung di sampingnya seraya berkata, “Bang, es kelapa satu ya!” 
                Astaghfirullah..
T.T
 

Mairu! Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos